,

Watford vs Southampton: Gol Nabizada Pastikan Kemenangan 2-1


Watford vs Southampton pada laga pembuka Championship berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-1 di Vicarage Road. Dua gol yang tercipta pada babak pertama memastikan tiga poin perdana bagi The Hornets di hadapan pendukung sendiri. Hasil ini sekaligus menjadi awal ideal bagi era baru Watford di bawah Alessio Dionisi.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi awal yang pahit bagi Southampton di tengah bayang-bayang skandal Spygate. Tim asuhan Tonda Eckert harus rela dicemooh di setiap laga tandang sepanjang musim ini. Eckert sendiri masih dalam penyelidikan atas keterlibatannya dalam insiden yang membuat Southampton tersingkir dari playoff musim lalu.

Watford vs Southampton: Gol Spektakuler Iker Bravo dan Amin Nabizada

Watford membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui aksi individu Iker Bravo yang memukau. Pemain serang timnas Spanyol U-21 itu baru bergabung dari Udinese, klub “saudara” Watford, pada bursa transfer musim panas ini. Berawal dari bola panjang sekitar 40 yard dari gawang, Bravo yang berpostur 6 kaki memenangi duel udara. Ia lalu mengontrol bola dengan sentuhan ujung kaki, berputar, dan menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan rendah yang sempat disentuh Daniel Peretz, tetapi tetap masuk ke gawang.

Keunggulan Watford bertambah pada menit ke-29 lewat gol yang tak kalah manis dari Amin Nabizada. Jebolan akademi Watford yang masih berusia 19 tahun itu memanfaatkan celah di sisi kiri pertahanan Southampton. Ia membawa bola dari wilayah sendiri, lalu menuntaskan peluang dengan tembakan akurat dari sudut sempit.

Pelatih Watford, Alessio Dionisi, mengapresiasi kontribusi Nabizada dalam laga ini. “Nabizada sempat emosional, tetapi setelah 10 menit pertama dia bermain bagus,” ujar Dionisi. Ia juga memuji kekompakan tim secara keseluruhan. “Saya menyukai mentalitas para pemain saya, di setiap momen saya melihat satu tim yang bekerja sama,” tambahnya.

Bayang-Bayang Spygate di Balik Kekalahan Southampton

Kekalahan ini makin menegaskan betapa berat beban yang dipikul Southampton musim ini. Eckert masih menjalani penyelidikan atas perannya dalam skandal Spygate yang membuat timnya tersingkir dari playoff musim lalu. Sosoknya tampak pasif, baik selama pertandingan maupun setelah laga usai.

Meski demikian, Eckert menegaskan bahwa anak asuhnya justru semakin solid sebagai sebuah tim. “Kami memiliki ekspektasi hasil yang berbeda, tetapi grup ini terlihat kompak dan kami perlu mengubahnya menjadi hasil,” katanya. Namun, ia pun mengakui akan lebih mudah mengatakan hal itu setelah meraih kemenangan. Sementara itu, para pendukung lawan tampaknya akan terus menjadikan Southampton sasaran cemoohan sepanjang musim ini.

Babak Kedua Milik Southampton, tetapi Watford Bertahan

Southampton tampil lebih dominan pada babak kedua setelah tuan rumah menurunkan tempo permainan. Pada menit ke-56, serangkaian penguasaan bola berbuah gol ketika Cyle Larin mencocor bola dari jarak 10 yard. Gol ini berawal dari pergerakan Kuryu Matsuki yang melebar, Cam Bragg yang bergerak bebas di half space, lalu mengalihkan bola ke sisi kiri untuk Larin.

Dua menit kemudian, Larin nyaris menyamakan kedudukan lewat tembakan sambil berputar, tetapi kiper anyar Watford, Federico Ravaglia, menepis bola ke luar lapangan. Finn Azaz yang masuk sebagai pemain pengganti juga nyaris mencetak gol andai tembakan rendahnya tidak melenceng tipis di sisi kiri gawang. Ryan Manning terus mengirim bola-bola mati berbahaya, dan para pendukung Southampton mulai berseru “kami akan mencetak gol kapan pun kami mau”.

Sayangnya, berbagai upaya itu tidak cukup untuk membuat pertahanan Watford benar-benar goyah. Peluang terakhir tamu datang pada waktu tambahan, tetapi tembakan Taylor Harwood-Bellis masih melebar. Eckert menilai penampilan timnya sudah cukup baik, kecuali “dua kesalahan dalam penguasaan bola” yang berujung gol.

Catatan Spesial: Tribute Kenny Jackett dan Kiprah Dionisi

Sebelum laga, Watford memberikan penghormatan khusus kepada Kenny Jackett, legenda satu-klub asal daerah setempat. Dua menit tepuk tangan dan tifo bergaya Panini yang diturunkan dari tribun menjadi bentuk apresiasi kepada sosok tersebut. Momen ini kontras dengan kondisi klub saat ini, di mana Dionisi tercatat sebagai manajer penuh waktu ke-12 dalam lima tahun terakhir.

Dionisi sendiri baru saja menangani Empoli di Serie B pada musim lalu. Namun, ia mendapat dukungan dari jaringan multi-klub keluarga Pozzo serta akademi lokal untuk membangun tim yang kompetitif. Iker Bravo menjadi salah satu pemain yang menempuh jalur transfer dari Udinese, klub “saudara” Watford, dan langsung memberikan kontribusi besar.

Kemenangan Watford vs Southampton ini jelas menjadi modal berharga bagi tuan rumah. Para pendukung bisa pulang dengan senyum setelah menikmati cuaca bersahabat dan performa apik tim kesayangan mereka. Namun, laga pembuka memang jarang memberikan gambaran utuh tentang jalannya sebuah musim.

Adapun Southampton, jika ingin mengubah energi negatif Spygate menjadi motivasi positif, mereka harus segera bangkit pada pekan berikutnya. Tekanan akan terus datang, tetapi Eckert yakin kekompakan timnya bisa menjadi fondasi untuk berbenah. Semua mata kini tertuju pada respons mereka di laga-laga selanjutnya.