,

Pemain Belgia Pamer Nyali Hadapi Suporter AS yang Membara


Menjelang laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Belgia di Seattle, para pemain Timnas Belgia mengaku tidak gentar dengan atmosfer stadion yang diperkirakan akan dipenuhi oleh puluhan ribu suporter tuan rumah. Mereka justru menunjukkan kepercayaan diri tinggi dan siap membungkam keriuhan pendukung AS.

Belgia Tak Takut dengan Tekanan Suporter AS

Bek kiri Belgia, Maxim De Cuyper, secara blak-blakan mengatakan timnya harus tampil berani di lapangan. “Saya pikir kami hanya perlu menunjukkan nyali di lapangan. Cobalah mainkan permainan sendiri. Apakah Anda bermain di hadapan 80.000 pendukung atau bersama 80.000 pendukung, Anda harus mencoba melakukan hal yang sama,” ujarnya pada Jumat lalu.

Sepanjang turnamen, Amerika Serikat memang mendapat dukungan luar biasa dari pendukung tuan rumah. Di Seattle saja, hampir 67.000 suporter hadir saat AS mengalahkan Australia di laga kedua grup. Namun, gelandang Belgia Timothy Castagne justru melihat potensi sisi negatif tekanan tersebut. “Jika permainan mereka mulai kurang bagus, penonton bisa berbalik melawan mereka dan tekanan akan semakin besar. Jadi saya tidak punya masalah, itu tidak mengganggu saya. Kami bermain dan tidak mendengar apa yang terjadi di sekitar lapangan. Saat di lapangan, kami seperti berada di dalam gelembung sendiri,” kata Castagne.

Pertemuan Kembali Sejak Kekalahan 5-2 di Atlanta

Bukan kali pertama kedua tim bertemu di tahun 2026. Pada bulan Maret lalu, Belgia mempermalukan AS dengan skor telak 5-2 di Atlanta. Hasil itu sempat menimbulkan keraguan besar terhadap kemampuan Amerika Serikat menghadapi Piala Dunia. Namun, striker Belgia Dodi Lukébakio yang mencetak dua gol dalam laga itu mengingatkan bahwa perkembangan AS sudah sangat pesat sejak pertandingan persahabatan terakhir.

“Mereka telah berkembang pesat sejak pertandingan persahabatan terakhir,” ujar Lukébakio, yang mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 tersebut.

De Cuyper mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengambil kesimpulan dari kemenangan Belgia di bulan Maret. Ia menyebut skor tersebut memberikan “gambaran yang terdistorsi”. Ia juga memuji penampilan kiper Senne Lammens dalam laga itu, yang menurutnya bisa membuat hasil akhir berbeda tanpa adanya sang penjaga gawang.

“Sudah dikatakan saat itu bahwa kami mungkin akan menghadapi AS di Piala Dunia. Tentu saja, banyak pemain yang tidak hadir saat itu. Tapi ini adalah keuntungan bahwa kami sudah pernah melihat mereka. Kami mengambil pelajaran dari pertandingan itu. Meskipun masih harus dilihat bagaimana mereka akan tampil nanti,” tambah De Cuyper.

Tantangan Absennya Folarin Balogun

Tim AS harus kehilangan striker andalan mereka, Folarin Balogun, yang menjalani skorsing setelah menerima kartu merah kontroversial dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina. Balogun menjadi salah satu pemain paling berbahaya AS di Piala Dunia ini. Namun De Cuyper enggan bicara banyak tentang bagaimana timnya akan beradaptasi dengan absennya sang penyerang.

“Saya tidak ingin terlalu banyak bicara tentang kualitas mana yang terbaik. Mereka memiliki banyak bahaya di dalam tim,” ucapnya diplomatis.

Sementara itu, gelandang veteran Axel Witsel lebih terbuka. Ia mengatakan Belgia “pasti harus beradaptasi dengan fakta bahwa mereka bermain dengan tiga bek di belakang. Saya pikir kami memiliki senjata untuk menyakiti mereka. Kami sudah melakukannya dalam laga persahabatan di bulan Maret, tapi hari ini konteksnya sangat berbeda… di stadion yang hanya akan menjadi milik mereka melawan kami.”

Kesimpulan: Nyali Jadi Kunci Belgia

Pertandingan antara AS dan Belgia dipastikan berlangsung sengit. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah bisa menjadi keuntungan sekaligus tekanan bagi tim Amerika. Sebaliknya, para pemain Belgia justru menjadikan atmosfer panas itu sebagai motivasi ekstra. Dengan pengalaman menghadapi tekanan besar di berbagai kompetisi Eropa, Belgia optimistis bisa meredam ambisi tuan rumah dan melaju ke perempat final. Satu hal yang pasti: bukan hanya taktik yang diperlukan, melainkan juga nyali yang besar di lapangan.