Perilaku Manajer Sheffield United Dituding Penyebab Kesehatan Mental Maddy Cusack
admin
Pernyataan Ayah di Pengadilan Inquest
David Cusack, ayah dari mendiang pesepakbola Sheffield United, Maddy Cusack, menyatakan di pengadilan inquest bahwa penyebab utama memburuknya kesehatan mental putrinya adalah perilaku Jonathan Morgan, manajer tim saat itu. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang yang digelar di Chesterfield, Inggris.
Maddy Cusack ditemukan meninggal dunia di rumah keluarganya di Derbyshire pada 20 September 2023 dalam usia 27 tahun. Mantan pemain timnas Inggris U-19 itu sebelumnya menjalani karier profesional di Sheffield United setelah pindah dari Leicester City pada musim dingin 2018.
Kronologi dan Tudungan terhadap Manajer
Menurut David Cusack, putrinya sangat kecewa saat mengetahui Morgan akan kembali menjadi manajernya di Sheffield United pada Februari 2023. Maddy sempat bermain di bawah asuhan Morgan saat di Leicester pada tahun 2018, dan pengalaman itu meninggalkan kesan buruk.
“Dia belum pernah bertemu karakter seperti dia sebelumnya. Cara dia memperlakukan orang, manajemen pemainnya—kalau kamu masuk, kamu masuk; kalau keluar, kamu keluar,” ujar David Cusack di pengadilan. Ia menambahkan bahwa gaya kepelatihan Morgan adalah “my way or the highway” (cara saya atau tidak sama sekali).
David menegaskan bahwa Morgan adalah alasan utama Maddy memutuskan hengkang dari Leicester City pada musim 2018-2019. “Perilaku Mr Morgan terhadapnya—sesederhana itu,” jawabnya saat ditanya penyebab tunggal terbesar memburuknya kesehatan mental Maddy.
Bantahan Manajer dan Pertukaran Kata-kata Sengit
Morgan, yang mewakili dirinya sendiri di pengadilan, membantah keras tuduhan tersebut. Ia mengajukan lebih dari 60 pertanyaan kepada David Cusack. Salah satu momen menegangkan terjadi saat Morgan mempertanyakan statistik: kemenangan tim lebih banyak saat Maddy tidak bermain dibanding saat ia bermain. “Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Morgan.
David Cusack menjawab, “Saya bukan pelatih sepakbola, saya tidak tahu. Saya tidak pernah ikut campur dalam pemilihan pemain.” Morgan kemudian menyergah, “Jika kita hampir tidak pernah bicara, bagaimana Anda bisa menilai saya secara adil?” David menjawab tegas, “Dia bilang apa yang dia bilang,” dan menambahkan bahwa banyak orang telah memberikan bukti kepada FA terkait perilaku Morgan.
Kekhawatiran Maddy dan Keseimbangan Peran Ganda
Maddy Cusack adalah pemain pertama yang mencapai 100 penampilan untuk tim putri Sheffield United. Selain bermain sepakbola penuh waktu, ia juga bekerja di departemen pemasaran klub. Kontrak profesional yang ditandatanganinya pada musim panas 2023 memberinya penghasilan £18.000 per tahun dari sepakbola, naik dari £6.000 saat paruh waktu musim sebelumnya (belum termasuk gaji bagian marketing).
Ayahnya mengungkapkan bahwa Maddy cemas harus menjalani dua peran sekaligus. Morgan mengklaim bahwa ia menyiapkan bekal makan siang untuk meringankan tekanan waktu Maddy, dan memberinya kelonggaran jam latihan—namun David mengatakan putrinya tidak pernah menceritakan hal itu kepadanya.
Kesaksian Dokter dan Keengganan Maddy Dicap Stigma
Pengadilan juga mendengar keterangan dari Dr Mobeen Bhatti, yang memberikan surat izin sakit kepada Maddy pada September 2023. Dr Bhatti mengatakan bahwa Maddy meminta agar masalah kesehatan mental dan kecemasannya tidak disebut secara spesifik dalam diagnosis surat sakit yang diberikan ke klub. “Dia tidak ingin distigmatisasi,” jelas dokter itu.
Inquest dilanjutkan pada Selasa pekan depan, dengan rencana mendengarkan kesaksian dari pasangan Maddy, ibunya, dan staf Sheffield United. Proses ini diperkirakan berlangsung hingga dua minggu. Sebelumnya, investigasi internal klub pada Desember 2023 tidak menemukan bukti pelanggaran, dan Morgan dipecat oleh Sheffield United pada Februari 2024.
Pernyataan Ayah di Pengadilan Inquest
David Cusack, ayah dari mendiang pesepakbola Sheffield United, Maddy Cusack, menyatakan di pengadilan inquest bahwa penyebab utama memburuknya kesehatan mental putrinya adalah perilaku Jonathan Morgan, manajer tim saat itu. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang yang digelar di Chesterfield, Inggris.
Maddy Cusack ditemukan meninggal dunia di rumah keluarganya di Derbyshire pada 20 September 2023 dalam usia 27 tahun. Mantan pemain timnas Inggris U-19 itu sebelumnya menjalani karier profesional di Sheffield United setelah pindah dari Leicester City pada musim dingin 2018.
Kronologi dan Tudungan terhadap Manajer
Menurut David Cusack, putrinya sangat kecewa saat mengetahui Morgan akan kembali menjadi manajernya di Sheffield United pada Februari 2023. Maddy sempat bermain di bawah asuhan Morgan saat di Leicester pada tahun 2018, dan pengalaman itu meninggalkan kesan buruk.
“Dia belum pernah bertemu karakter seperti dia sebelumnya. Cara dia memperlakukan orang, manajemen pemainnya—kalau kamu masuk, kamu masuk; kalau keluar, kamu keluar,” ujar David Cusack di pengadilan. Ia menambahkan bahwa gaya kepelatihan Morgan adalah “my way or the highway” (cara saya atau tidak sama sekali).
David menegaskan bahwa Morgan adalah alasan utama Maddy memutuskan hengkang dari Leicester City pada musim 2018-2019. “Perilaku Mr Morgan terhadapnya—sesederhana itu,” jawabnya saat ditanya penyebab tunggal terbesar memburuknya kesehatan mental Maddy.
Bantahan Manajer dan Pertukaran Kata-kata Sengit
Morgan, yang mewakili dirinya sendiri di pengadilan, membantah keras tuduhan tersebut. Ia mengajukan lebih dari 60 pertanyaan kepada David Cusack. Salah satu momen menegangkan terjadi saat Morgan mempertanyakan statistik: kemenangan tim lebih banyak saat Maddy tidak bermain dibanding saat ia bermain. “Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Morgan.
David Cusack menjawab, “Saya bukan pelatih sepakbola, saya tidak tahu. Saya tidak pernah ikut campur dalam pemilihan pemain.” Morgan kemudian menyergah, “Jika kita hampir tidak pernah bicara, bagaimana Anda bisa menilai saya secara adil?” David menjawab tegas, “Dia bilang apa yang dia bilang,” dan menambahkan bahwa banyak orang telah memberikan bukti kepada FA terkait perilaku Morgan.
Kekhawatiran Maddy dan Keseimbangan Peran Ganda
Maddy Cusack adalah pemain pertama yang mencapai 100 penampilan untuk tim putri Sheffield United. Selain bermain sepakbola penuh waktu, ia juga bekerja di departemen pemasaran klub. Kontrak profesional yang ditandatanganinya pada musim panas 2023 memberinya penghasilan £18.000 per tahun dari sepakbola, naik dari £6.000 saat paruh waktu musim sebelumnya (belum termasuk gaji bagian marketing).
Ayahnya mengungkapkan bahwa Maddy cemas harus menjalani dua peran sekaligus. Morgan mengklaim bahwa ia menyiapkan bekal makan siang untuk meringankan tekanan waktu Maddy, dan memberinya kelonggaran jam latihan—namun David mengatakan putrinya tidak pernah menceritakan hal itu kepadanya.
Kesaksian Dokter dan Keengganan Maddy Dicap Stigma
Pengadilan juga mendengar keterangan dari Dr Mobeen Bhatti, yang memberikan surat izin sakit kepada Maddy pada September 2023. Dr Bhatti mengatakan bahwa Maddy meminta agar masalah kesehatan mental dan kecemasannya tidak disebut secara spesifik dalam diagnosis surat sakit yang diberikan ke klub. “Dia tidak ingin distigmatisasi,” jelas dokter itu.
Inquest dilanjutkan pada Selasa pekan depan, dengan rencana mendengarkan kesaksian dari pasangan Maddy, ibunya, dan staf Sheffield United. Proses ini diperkirakan berlangsung hingga dua minggu. Sebelumnya, investigasi internal klub pada Desember 2023 tidak menemukan bukti pelanggaran, dan Morgan dipecat oleh Sheffield United pada Februari 2024.
AUTHOR
admin